Proses Metamorfosis Ulat Menjadi Kupu-Kupu

Proses Metamorfosis Ulat Menjadi Kupu-Kupu

Pada kesempatan ini website kami dapat mengkaji langkah beternak hewan elok adalah kupu-kupu. Bila kita kerap lihat hewan ini terbang dengan eloknya. Tetapi Anda jarang-jarang tahu bagaimana kupu-kupu dapat beralih dari lalat jadi hewan bersayap ajaib.

Pada artikel ini, kita dapat mengkaji metamorfosis kupu-kupu. Dengan tingkatan-tingkatan yang dapat penulis pikir sederhana dan sebaik-baiknya. Baca lekas pengkajian berikut.

Proses metamorfosis kupu-kupu

Metamorfosis kupu-kupu yaitu semacam metamorfosis prima. Mempunyai arti, transisi yang berlangsung pada serangga dengan proses larva sampai serangga dewasa mendapat wujud badan yang lain. berikut ini yaitu rangkuman singkat dari tingkatan-tingkatan dalam transisi hidup kupu-kupu.

Sesi telur

Pada step ini kupu-kupu betina dapat secara hati-hati memutuskan daun tanaman yang dapat dipakai untuk bertelur. Perihal ini dilaksanakan biar diterima type ulat daun hoby. Tiap-tiap type kupu-kupu miliki opsi daun yang lain.

Induk kupu-kupu bertelur di ujung daun atau di bawah. Ukuran telurnya benar-benar kecil dan memiliki warna putih. Sesi penetasan memerlukan waktu seputar 3-5 hari. Ulat kecil dapat membikin lubang pada telur untuk mengeluarkannya.

Sesi Larva Atau Ulat

Larva yaitu panggilan lain untuk ulat yang selanjutnya jadi kupu-kupu. Sebelumnya memperoleh wujud yang cantik, wujud tubuh secara kontinyu kebanyakan melipur orang yang menyaksikannya. Pakan ulat berbentuk daun tempat telur ditempatkan. Perkembangan hewan ini cepat, hingga meluruh secara alami. Proses perubahan kulit pada ulat disebutkan molting.

Kebanyakan, ulat membebaskan kulitnya seputar 4 sampai 6 kali sebelumnya jadi kepompong. Di saat larva atau ulat berasa udah gapai ukuran maksimumnya, automatic dia stop makan. Diluar itu, hewan ini akan jadi tempat bertembok dan berganti jadi kepompong.

Sesi Kepompong

Bila disaksikan dari punyai bentuk, boneka itu miliki susunan kulit yang halus memiliki warna coklat atau hijau. Citra badan ini sebagai wujud kamuflase hewan ini dari lingkungan sekelilingnya.

Pada step ini, kesenyapan dapat istirahat atau istirahat. Akan tetapi rata-rata hewan ini lagi dalam proses membuat kupu-kupu. Waktu pada step ini lebih kurang 7 sampai 20 hari.

Sesi Dewasa atau Kupu-Kupu

Pada step ini ulat yang ada di kepompong berganti jadi kupu-kupu. Sama dengan yang kita kenali, hewan ini miliki wujud badan yang cantik. Di saat kupu-kupu keluar dari kepompongnya, dia nampak miliki sayap-sayap kecil yang kusut. Diluar itu, sayap pula tampak basah, dan beberapa cangkang kokon masih melekat dari sana.

Riset tunjukkan kalau cairan yaitu cairan yang keluar waktu kupu-kupu keluar dari kepompong. Dia miliki peranan yang menolong kupu-kupu memperlebar sayapnya dan meningkatkan badannya. Cairan ini disebutkan hemolimf.

Sesi kupu-kupu tampak dari kepompong. Pertama kali, hewan ini merayap di dahan biar badannya dapat kering dan sayang sesak penuh. Selanjutnya mereka dapat belajar terbang dan hidup di luar kepompong. Makanan pujaan kupu-kupu yaitu juice atau nektar yang ada pada bunga.

Baca juga selanjutnya : Ciri Dari Hutan Hujan Tropis Yang Sejuk

Sikap Dan Skema Makan Kupu-Kupu

Pada usia 5 sampai 6 hari selesai keluar dari kokon, betina siap untuk kawin. Hewan ini tidak tampak saat malam hari sebab kupu-kupu aktif pada sore dan pagi hari. Hewan ini dapat terbang sampai 2 mtr. di atas pucuk, akan tetapi ukuran sayap pula memiliki pengaruh kepadanya.

Kupu-kupu makan satu satu. Maka kalau kita lihat hewan yang terkumpul lumayan banyak, itu tanda-tandanya kita udah masuk sesi reproduktif. Kupu-kupu jantan dapat dekati betina dan membasahinya. Betina selanjutnya dapat bertelur dan menaruhnya di daun yang diputuskan. Berikut awal mula proses dari transisi hidup kupu-kupu.

Hewan ini hidup dengan menghirup nektar atau sari bunga. Diluar itu, ada juga spesies kupu-kupu yang lebih menggemari cairan dari buah busuk. Dan ada dampak cairan pada karkas, pupuk kandang dan tanah lembab.

Pada sesi ulat, daun sebagai makanan inti. Hewan ini akan beresiko kalau mengonsumsi pelbagai type daun dari spesies tumbuhan khusus. Bisa disebut kalau datangnya kupu-kupu pada tempat itu pula sebagai penanda kalau tumbuhan itu sebagai inang ulat. Jadi, di lokasi yang sarat dengan binatang, kita dapat dengan ringan mempelajari metamorfosis kupu-kupu.

Social share